Friday, May 11, 2012

5 Pemain Asing Liga Indonesia yang Sempat Mengimpikan Jadi WNI

1.Robbie Gaspar ( Australia )
Source Photo Reading Sideways

    Gelandang bertahan Persib Robert Mark Gaspar atau kerap disebut Robbie Gaspar memiliki keinginan untuk menjadi WNI.Faktor yang membuat Robbie ingin menjadi WNI adalah senang melihat kondisi sepak bola di Indonesia yang tergolong cukup maju, dan penduduknya yang ramah.
"Saya senang dan menikmati Indonesia, karena oang-orangnya ramah. Bermain di sini pun tergolong mudah, karena kondisi sepak bolanya cukup maju," kata Robbie saat ditemui "PRLM" di sela-sela latihan Persib di Stadion Siliwangi, Jln. Lombok.2011

2.Herman Dzumafo Effandi ( Kamerun )
Source Photo Goal.com


Dzumafo, memang, selalu berupaya tampil total. Itu karena ia begitu mencintai sepakbola Indonesia. Bahkan, ia pun sampai beristrikan wanita WNI bernama Maria Magdalena yang dinikahinya pada 2009 dan kini punya 1 putri.

"Saya cinta Indonesia. Saya ingin menghabiskan karier sepakbola saya di sini," tutur Dzumafo.

Kecintaan itu pula yang menumbuhkan keinginan kuat dalam diri Dzumafo untuk resmi jadi warga Indonesia lewat jalur naturalisasi. Ia berniat ikuti jejak Cristian Gonzales, Viktor Igbonefo, dan Greg Nwokolo. Langkah serupa tengah ditempuh Seme Patrick, rekan setimnya.

"November 2011, saya genap 5 tahun tinggal di sini," cetus Dzumafo.

Kesiapan Dzumafo jadi WNI tak lepas dari keinginannya memperkuat timnas Indonesia. Meski usianya tak lagi muda untuk ukuran pesepakbola, 30, ia berambisi mengenakan kostum Garuda.


3.Semee Patrick ( Kamerun )
Source Photo Arema Wearemania.net

Pemain yang memiliki 1 caps memperkuat tim nasional Kamerun ini pun berharap agar proses pengajuan permohonannya untuk menjadi WNI bisa cepat selesai. “Saya cinta Indonesia. Saya juga suka sepak bola Indonesia. Saya bahagia bermain di sini dan saya ingin memajukan sepak bola Indonesia”, tegas pemain kelahiran 2 Februari 1981 ini.
Pemain yang memiliki ukuran tubuh 1,86 m ini pun mempunyai impian bisa memperkuat tim nasional Indonesia suatu saat. “Tentunya saya punya impian itu, memperkuat timnas Indonesia. Saya sudah anggap Indonesia sebagai Negara saya”, lanjutnya lagi.

 5.Osas Marveolus Saha (Nigeria)
Source Photo Tribunnews.com

Osas Marvelous Ikpefua, sudah tidak sabar untuk menjadi warga negara Indonesia (WNI). Ia berharap, semua urusan yang menyangkut peresmian dirinya menjadi WNI, dapat segera rampung pada 2013.
Penyerang yang kini genap berusia 26 tahun tersebut, sejatinya sudah sembilan tahun merumput di Indonesia. Ia juga berhasil menyunting salah satu wanita asli Indonesia dan sudah dikaruniani seorang anak.
“Harapan saya di 2013, tentu saja ingin dapat segera menjadi warga negara Indonesia. Mudah-mudahan, semua urusan kepindahan berjalan lancar dan saya dapat segera resmi menjadi warga Indonesia,” ungkap Osas Saha,

5.Ilija Spassojevic (Montenegero)

Source Photo bola.liputan6.com

Eks Striker PSM Makassar,Ilija Spasojevic, ingin tinggal lebih lama di Indonesia. Bahkan, ia berniat menetap dan menjadi warga negara Indonesia (WNI).Pemain asal Montenegro itu, mengaku ingin mengikuti beberapa pemain asing yang membela timnas Indonesia melalui jalur pemain naturalisasi. Spaso pun bersedia mengganti status kewarganegaraannya menjadi WNI dan menjadi pemain naturalisasi.

“Saya ingin mengikuti rekan saya saat masih membela Bali Devata, Raphael Guillermo Eduardo Maitimo, yang kini telah menjadi pemain naturalisasi dan membela Timnas. Semoga saya suatu saat bisa seperti itu,” ujar pemain berusia 25 tahun itu.

“Saya sudah dua tahun di Indonesia dan saya juga sangat cinta negeri ini. Jika PSSI memanggil, saya pasti akan senang. Saya bisa bermain untuk Timnas, itu menjadi kehormatan bagi saya,” lanjutnya.

Friday, May 4, 2012

7 Pemain Bertahan dengan Tempramental Tinggi

1.Marco Materazzi  
   Posisi : Defender





Materazzi memang menjadi sosok yang cukup kontroversial, kita tentu masih ingat insiden Zidane di Piala Dunia 2006 yang membuat Perancis akhirnya kalah dari Italia di Final. Terlepas dari kontroversi itu, Materazzi memang dikenal sebagai sosok yang keras, tegas dan memiliki tempramental tinggi. Defender Internazionale Milan ini memiliki mental yang keras, bisa menyebabkan kefatalan yang mengakibatkan salah satu pemain bisa cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Kadang ia pun sering membuat pemain lain marah dan menjatuhkan reputasi nya

2.Nigel De Jong
    Posisi :Defensive Midfilder




.Ia menuai kontroversi setelah mematahkan kaki pemain Newcastle United Hatem Ben Arfa dengan sebuah tekel keras. Akibatnya, pelatih timnas Belanda Bert van Marwijk memutuskan untuk tidak memanggilnya untuk kualifikasi Piala Eropa 2012.Pelatih Timnas Belanda pun mengatakan De Jong melakukan tekel yang ngawur dengan kekuatan yang berlebihan.".De jong pun pernah melakukan tendangan kung fu ke Dadanya Xabi Alonso Di Final World Cup 2010 .


3.Gennaro Gattuso
    Posisi :Defensive Midfilder



sepertinya wajah bringasnya mewakili permainannya dilapangan gattuso merupakan pemain yg bertipikal keras yg wajar karena posisinya sebagai pemain tengah/jangkar beberapa kali tekel kasarnya membuahkan kartu merah baginya tau di cap kasar gattuso tak takut untuk bermain lebih kasar menurutnya kunci permainnya adalah keras namun seiring berjalannya waktu gattuso sudah semakin matang dan dewasa dalam mengatur emosinya


4.Sergio Ramos
    Posisi : Wing back,Defender 




Dalam  kekalahan 5-0 Real Madrid dari FC Barcelona pada 29 November 2010, Ramos diusir dari lapangan setelah menendang Lionel Messi dari belakang, kemudian mendorong Carles Puyol dalam jarak dekat berikutnya.  Setelah ejeksi ini, ia menyamai rekor sebelumnya Fernando Hierro untuk kartu merah di klub, setelah bermain di 264 pertandingan lebih sedikit.Selain itu disaat El Clasicco Ramos Sering Melakukan Tackle Keras Kepada Leo messi.


5.Joey Barton
   Posisi : Defensive Midfilder





.

tahukah anda joey barton??pemain yg sebenarnya memiliki talenta yg cukup terang namun tidak sebanding dgn sikapnya di lapangan dia memliki sikap yg sangat emosional dan temperamental antara lain menyerang rekan nya sendiri menyikut pemain arsenal samir nasri menyerang warga sipil di cafe dan terlibat bentrok dan tawuran antar massa membuat pemain 28 tahun ini masuk penjara dan sangat disayangkan andai saja ia memiliki sikap yg baik mungkin saja ia bakal masuk timnas.


6.Pepe
   Posisi : Defender






 Pemain defender asal Portugal ini terkenal dengan tempremental nya yang tinggi. Pepe merupakan pemain yang paling banyak menerima kartu merah dibandingkan pemain Real Madrid lainnya. Ia dikenal memiliki emosi yang meledak ledak, yang menjadi sebuah momok menakutkan bagi pemain lawan. Sering dikecam karena ulahnya itu, Pepe juga sering terlihat dengan sengaja berniat menciderai lawannya. Pada tahun 2009, ia sempat mendapat skorsing 10 laga karena menginjak punggung pemain Getafe Javier Casquero. Dan banyak lagi tindakan kontroversialnya. seperti video di bawah ini. Pepe tidak ragu untuk menyengkas, menginjak, dan menendang lawannya dengan brutal.


7.Patrick Vieira
    Posisi : Defensive Midfilder




 Salah satu pemain yg dikenal dgn emosinya tinggi pemain ini tak ragu menghantam pemain dgn tekel tekel mematikan koleksi kartu merahnya sangatlah banyak sejak 1997 sampai 2005 tak pernah dilewatinya dgn tidak mendapat kartu merah selain Sering melakukan pelanggaran keras pun sering protes kepada wasit. Tempramennya yang keras bahkan sering dianggap bersumbu pendek, memberikannya rekor 12 kartu merah sepanjang berkarir di Arsenal—(defisit 1 dari total RCnya Keane)--, rupanya jabatan sebagai kapten tim tidak merubah tempramennya.

Aldren Domingguesz

Wednesday, May 2, 2012

Final Divisi Utama Psms vs Persib era Perserikatan 1985

Tidak ada jumlah detail penonton dari PSSI . Namun , banyak yang menyebut bahwa pertandingan final divisi utama kompetisi perserikatan antara PSMS Medan dengan persib bandung pada 23 febuari 1985 di stadion utama senayan menghasilkan rekor jumlah penonton pertandingan sepakbola di indonesia .
Harian kompas dan majalah tempo menulis pertandingan yang harus diselesaikan melalui adu tendangan penalti tersebut disaksikan oleh 150.000 penonton , sementara tabloid BOLA menulis final diskasikan lebih dari 125.000 penonton.
angka resmi dari panitia ? dari penelusuran , media-media tidak mengabarkan pernyataan resmi panitia meengenai jumlah detail penonton . Tang ada adalah berita keuntungan PSSI dari laga final yakni 280 juta rupiah . Namun, beberapa hari sebelum final panitia mengumumkan bahwa mereka mencetak 106.000 lembar tiket .



Fakta menunjukan bahwa para penonton meluber sampai lintasan atletik , bahkan di beberapa bagian para penonton hanya berjarak beberapa meter saja dari garis tepi lapangan . Jumlah penonton jelas lebih dari 106.000 orang . !!
Meski pertandingan ditayangkan langsung oleh TVRI , tetap saja para suporter PSMS dan Persib membanjiri senayan , dimana puluhan ribu diantaranya datang dari Bandung dan sekitarnya . 
Harian Sore sinar harapan mengabarkan bahwa banyak fan asal bandung yang meminjam uang ke tempat mereka bekerja guna bisa berangkat ke jakarta . " Karena saya tidak memperoleh pinkaman , saya menjual jam tangan saya kepada tetangga , " ujar seorang pegawai dinas kebersihan kodya kepada koran tersebut .Ia mengatakan bahwa dirinya tidak mau melewatkan pertandingan besar ini .
Wajar para bobotoh antusias . Mereka penasaran dengan final dua tahun sebelumnya , dimana persib takluk lewat adu penalti dari PSMS .
Sejak pagi hari para penonton sudah mengantri untuk membeli tiket , dan PSSI baru membuka loket pada pukul 10.00 . Setiap orang hanya boleh membeli empat lembar tiket . Tiket VIP barat dijual seharga 10 ribu rupiah , sementara VIP timur 5 ribu rupiah ,kelas13 ribu , kelas II 2 ribu , dan tiket untuk pelajar dan mahasiswa 500 rupiah .
Yang menarik ,seperti yang ditulis sinar harapan yang beredar beberapa jam sebelum laga final dimulai , saat loket-loket belum dibuka para calo sudah menjual tiket-tiket dengan harga naik 100 persen .
Di lapangan , persib kalah lagi lewat adu penalti setelah sebelumnya mencetak dua gol penyama kedudukan 2-2 dibabak kedua ---satu gol lagi dianulir wasit Djafar Umar karena menilai ada pelanggaran terhadap kiper ponirin meka sebelum robby darwis menyundul masuk bola sepak pojok . 
Ponirin jadi bintang di final dengan menggagalkan penalti adeng hudaya , dede iskandar dan Robby. Namun tendangan mameh sudiono ke kanan gawang sobur yang menentukan kemenangan PSMS . Lgu sing sing so pun berkumandang di senayan

Source 12paz.blogspot.com

10 pencetak gol terbanyak dalam 1 musim

PEMAIN KLUB GOL MUSIM
Lionel Messi (Argentina) Barcelona 68+ 2011-12
Gerd Muller (Jerman Barata)
Bayern Munich
67
1972-73
Ferenc Deak (Hungaria)
Szentlorinc
66
1945-46
Gyula Zsengeller (Hungaria)
Ujpest
65
1938-39
Dixie Dean (Inggris)
Everton
63
1927-28
Jimmy McGrory (Skotlandia)
Celtic
62
1927-28
Refik Resmja (Albania)
Partizani Tirana
59
1950-51
Jimmy McGrory (Skotlandia)
Celtic
59
1926-27
Fred Roberts (Irlandia)
Glentoran
59
1930-31
Ferenc Deak (Hungaria)
Ferencvarosi
59
1948-49

Thursday, April 26, 2012

Pemain Indonesia Yang Pernah Bermain DiLuar negri

Hari Siswanto : PERAK FA
kurniawan dwi yulianto : samdoria , serawak FA , Fc zurich
irfan bachdim : Fc utrech , HFC Haarlem , SV Argon
iswadi idris : Western Suburbs
Budi Sudarsono : PDRM FA
Ponaryo astaman : Melaka TMFC
Bambang pamungkas : EHC norad , Selangor FA
Elie Aiboy : Selangor FA
Rochy puttriray : Instant-Dict F.C. , Happy Valley , South China AA , Kitchee SC.
Ricky yacobi : matshushita FC (GAMBA OSAKA)
Muhammad Rigan Agachi : PSV Eindhoven,FC Utrecht,VV Geldrop,Helmond Sport
Bima Sakti : Helsingborgs IF
Kurnia Sandi : samdoria Fc
Robby Darwis :  kelantan FA
Farri Agri : AL khor FC
Febrianto Wijaya : VFB sttutgart junior
Irvin Museng : ajax amsterdam junior
Riyandi Ramadhana Putra : BOAVISTA FC
Jajang Mulyana : BOAVISTA FC
Reggy Jakaria : Almania Sittard
Riski Novriansyah : BOAVISTA FC
Kim jeffrey K. : FC 07 Heidelsheim
Diego Michels : Go ahead Eagels
Ruben Wuarbanaran  : FC Den BOsch
Greg Nwokolo : Tampines Rovers,Young Lions,Singapore Armed Forces,Olhanense FC.
Jhon Van beuKring : Vitesse,Zwolle,De Graafschap,N.E.C.,Go Ahead Eagles,Feyenoord
Stefano Lilipaly : FC utrech
Cristian Gonzalez : SUD america,Huracán Corrientes,Deportivo Maldonado.
arthur irawan : espanyol FC junior
Yericho Christiantoko : CS VISE
Alfin Ismail Tuasalamony : CS VISE
Manahati Lestusen : C.A penarol
Abdul Rahman Lestaluhu : C.A penarol
Mochammad Zainal Haq : C.A penarol
Yandi Munawar : CS VISE
Syamsir Alam : C.A penarol,CS VISE
Claudius Dipo Alam : LA Galaxy,Chivas USA.
Edi Tansil : Fuji FC
Amadeus Suropati : Gianni Oddone Torino,Canberra City U-19,Hsbc Lions,Brandon Park Sahagian,Brunswick City,              CN Canning International,Forrestfield United.

Head To Head Klub Indonesia Vs Malaysia

PSMS 3 vs 1 johor fc
Johor fc 0 vs 1 psms
sime darby 1-0 psms medan
persikab 1-3 serawak fa
Persiba Bantul 3 – 2 Kedah FC
Kedah FC 0 – 2 Semen Padang
Aceh Selection 3 – 0 Felda United FC
Felda United FC 0 – 1 Pelita Jaya
Mitra kukar 0 Vs  0 Pahang Fa
sriwijaya fc 3-0 perlis fa
sriwijaya fc 6-1 selangor fa
selangor fa 0-4 sriwijaya fc
Kelantan fa 1-1 pelita jaya
persib bandung 5-0 kuala lumpur fa
persib bandung 0-2 selangor fa
Persita Tangerang 1 vs 1 Sarawak
Sarawak 3 vs 1 Saint Prima FC
PSBL Langsa 1 vs 0 sime darby
psms medan 0 vs 0 perak fa
kelantan fa 1 vs 1 persebaya surabaya
persebaya 3 vs 2 kelantan
mitra kukar 3 vs 1 johor fa
Negri sembilan 2 vs 2 persebaya
Kelantan 3 vs 0 Arema IPL
arema IPL 1 vs 3 Kelantan Fa
Semen Padang 1 vs 2 Perak Fa
Perak Fa 0 vs 2 Semen Padang
Persebaya 4 vs 1 N.Sembilan

Saturday, April 14, 2012

Klub Lokal Mengalahkan Arsenal 2-0

Dulu, tim nasional PSSI sering kebanjiran tamu hebat. Mulai dari Dinamo Moskow dengan Vladimir Bubukin-nya, Santos dengan Pele-nya, tim nasional Uruguay, PSV Eindhoven atau Feyenoord. Dua klub Inggris Stoke City dan Queen’s Park Rangers, Brno (Ceko), Kristiansand (Norwegia), Ebsbjerg (Denmark) juga pernah datang.

Ketika di bulan Juni 1983, Arsenal melawat ke Indonesia. Reputasi klub elite London kala itu belum senyaring sekarang. Di Inggris saat itu adalah eranya Liverpool, Nottingham Forest atau Aston Villa, yang salah satu bintangnya kini menjadi pelatih nasional Indonesia.

Siapa lagi kalau bukan Peter Withe. Gol tunggalnya ke gawang Bayern Muenchen mengantarkan klub asal Birmingham meraih trofi Piala Champion 1981/82.

The Gunners, datang dengan diperkuat kiper legendaris Pat Jennings, dua pemain nasional Inggris Kenny Sansom, dan Graham Rix serta si legenda hidup David O’Leary, datang ke negeri khatulistiwa dengan tujuan utama berlibur ke Bali.

Mereka menang 3-0 atas PSMS Plus di Medan, 5-0 atas PSSI Selection di Senayan, namun yang terjadi kemudian, tepatnya pada 17 Juni 1983 saat lawan juara Galatama, Niac Mitra di Surabaya, sungguh membelalakkan mata. Arsenal kalah 0-2! Ini jauh lebih hebat dari Marzuki Nyak Mad cs. saat menahan PSV dengan Eric Gerets dan Ruud Gullit-nya 3-3 di Senayan.

Menurut Kompas waktu itu, banyak yang mencibir kekalahan Arsenal sengaja dibuat. Salah satunya lantaran mainnya jam 2 siang! Atau diusirnya Alan Sunderland oleh wasit Ruslan Hatta. Publik Stadion 10 Nopember menyebut dua pemain Singapura, kiper David Lee dan Fandi Ahmad, sebagai pahlawan kota pahlawan.

Fandi, yang usai membela Niac Mitra ditransfer ke Groningen, membuat gol di menit 37, sebelum ditutup Joko Malis di menit 85. Jangan kan Persija yang kalah dari Persebaya di partai pamungkas Liga Indonesia belum lama ini, Inggris saja selalu menderita di Surabaya. November 1945, komandan perang Brigjen Mallaby tewas terbunuh oleh para pejuang dalam “Battle of Soerabaia”. Lalu Juni 1983 giliran Arsenal yang dibekap Niac Mitra.

Kalau begitu ada baiknya, PSSI menetapkan saja Stadion 10 Nopember sebagai “Wembley-nya” tim nasional untuk partai internasional.

Data dan fakta :
Niac Mitra VS Arsenal (2:0)
tanggal : 16 Juni 1983
Stadion 10 November, Surabaya
pencetak gol: Fandi Ahmad 37, Joko Malis 85

Susunan Pemain:
Niac Mitra : David Lee, Budi Aswin, Wayan Diana, Tommy Latuperissa, Yudi Suryata, Rudy Kelces, Rae Bawa/Yusul Male, Joko Malis, Hamid Asnan/Syamsul Arifin, Fandi Ahmad, Dullah Rahim/Yance Lilipaly

Arsenal : Pat Jennings, Colin Hill/Stewart Robson, David O’Leary, Chris Whyte/Lee Chapman, Kenny Samson, Brian Talbot, Alan Sunderland, Paul Davis, Brian McDermott, Raphael Meade/Terry Lee, Graham Rix

Berikut foto-fotonya